Categories
Bisnis

Waduh, Laba Bukit Asam Anjlok 51% di 2023

bachkim24h.com, Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja perseroan tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. Pada periode tersebut, pendapatan perseroan sebesar Rp38,49 triliun. Pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 9,75 persen dari Rp42,65 pada tahun 2022.

Meski pendapatan mengalami penurunan, namun beban pokok pendapatan pada tahun 2023 justru meningkat menjadi Rp29,22 triliun dari Rp24,68 triliun pada tahun 2022. Dengan demikian, laba kotor perseroan pada tahun 2023 mengalami penurunan signifikan sebesar 49,03 persen. dibandingkan laba kotor tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp17. triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Selasa (23 Mei 2024) di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatatkan beban umum dan administrasi sebesar Rp 1,94 triliun pada 2023. Selanjutnya beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp 656,- Rp 36 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 638,4 miliar.

Pada periode tersebut, perseroan juga mencatatkan pendapatan keuangan sebesar Rp584,34 miliar, beban keuangan sebesar Rp204,04 miliar, dan bagian laba bersih afiliasi dan ventura bersama sebesar Rp571,3 miliar.

Setelah dikurangi pajak penghasilan, perseroan pada tahun 2023 mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 6,1 triliun. Laba ini mengalami penurunan sebesar 51,42%. dibandingkan laba tahun 2022 yang tercatat Rp 12,57 triliun.

Aset perseroan pada akhir tahun 2023 turun menjadi Rp38,77 triliun dari Rp45,36 triliun pada tahun 2022. Liabilitas pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp17,2 triliun dari Rp16,44 triliun pada tahun 2022. Sedangkan kekayaan bersih pada tahun 2023 turun menjadi Rp21,56 triliun dari Rp28,92 triliun . triliun pada tahun 2022

Penafian: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Teliti dan analisa sebelum membeli dan menjual saham. bachkim24h.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah melakukan digitalisasi untuk menunjang operasional perusahaan. Seluruh aktivitas operasional, mulai dari operasi penambangan hingga pelabuhan, dapat dipantau secara real time melalui ponsel menggunakan aplikasi super milik CISEA (Corporate Information System and Enterprise Application).

“Kami menjalankan bisnis kami dengan cara yang modern, profesional, dan andal, menggunakan teknologi digital canggih. Perkembangan teknologi dan digitalisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akurasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko human error,” kata Presiden. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Arsal Ismail dalam keterangan resmi, Selasa (20 Februari 2024).

Aplikasi CISEA mengintegrasikan beberapa sistem sekaligus. Untuk operasional penambangan, CISEA memiliki peta operasional (MAPO), radar stabilitas lereng, dan sistem manajemen penambangan.

Lokasi peralatan penambangan dan kinerja operator dapat dipantau menggunakan MAPO yang terintegrasi dengan sistem manajemen armada dan sistem pelacakan GPS. Radar stabilitas lereng dapat mendeteksi perubahan atau pergerakan lereng permukaan dari waktu ke waktu untuk memastikan keamanan penambangan.

Sistem manajemen penambangan memantau proses mulai dari perencanaan penambangan dan transportasi, penjualan produk, hingga konsumsi batu bara dan bahan bakar di penambangan.

Dalam kegiatan transportasi, CISEA memiliki Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Cargo Tracking System, Automated Train Loading Station (ATLS). SCADA secara otomatis mengontrol peralatan pertambangan seperti konveyor sabuk.