Categories
Bisnis

Harga Pangan Ramadan 2024: Beras Premium-Minyak Goreng Kompak Naik

bachkim24h.com, Jakarta Memasuki awal Ramadhan, banyak harga bahan pangan yang terus naik. Namun, peningkatan tersebut tidak sepenting sebelumnya.

Mengutip harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras terus mengalami kenaikan. Per 13 Maret 2024, rata-rata harga beras nasional sebesar Rp16.500 per kilogram (kg). Angka tersebut naik 0,12% dari harga sebelumnya.

Dilihat dari sebarannya, harga tertinggi berada di dataran tinggi Papua yakni Rp 26.000 per kg. Saat ini harga terendah ada di Sumsel yakni Rp 14.410 per kg. Harga di DKI Jakarta sendiri tercatat Rp 15.690 per kilogram.

Bahan pangan lain yang mengalami pertumbuhan adalah minyak goreng. Saat ini harga rata-rata minyak goreng nasional adalah Rp 15.720 per liter. Angka tersebut naik 0,45% dari harga sebelumnya.

Harga tertinggi ada di Papua yakni Rp 19.430 per liter. Saat ini harga terendah ada di Kepri yakni Rp 14.000 per liter. Di wilayah DKI Jakarta harganya Rp 15.490 per liter.

Cabai rawit dan bawang putih juga diketahui tumbuh. Misalnya saja cabai merah yang dijual Rp 64.530 per kg. Angka tersebut meningkat 4,26 persen dibandingkan sebelumnya.

Cabai Merah Keriting juga naik 2,41%. Harga rata-rata Cabai Merah Keriting adalah Rp 66.730 per kilogram.

Bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen. Harga rata-rata bawang putih adalah Rp 40.560 per kilogram. Berbeda dengan Bawa Merah yang dijual Rp33.910 per kg atau lebih rendah 1,17% dibandingkan harga sebelumnya. Daftar Harga Pangan Hari Ini Beras Premium Rp 16.500 per kg Beras Standar Rp 14.330 per kg Bawang Putih Kumbang Rp 40.560 per kg Bawang Merah Rp 33.910 per kg Cabai Merah Keriting Rp 66.730 per kg Cabai Rawit Merah Rp 65.520 Ayam Rp 38.820 per kg Telur Bersih Rp 32.130 per kg per kilogram Gula bermanfaat Rp 17.810 per kilogram Minyak goreng olahan Rp 17.660 per liter Minyak goreng berat Rp 15.720 per liter.

Sebelumnya, Badan Pengawasan Makanan Nasional (Bapanas) telah melonggarkan harga tertinggi (HET) beras premium yang diterapkan pada periode 10 Maret hingga 23 Maret 2024.

Presiden Bapanas Arif Prasetyo Adi mengatakan pelonggaran sementara HET beras dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen pada bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

Arief mengatakan, setelah kondisi ketersediaan, pasokan, dan harga beras minyak di pasar tradisional dan modern terpenuhi, perlu dilakukan upaya untuk memastikan keseimbangan produk dan harga barang konsumsi di tingkat konsumen dengan melakukan relaksasi HET beras premium.

Mengutip Antara yang ditulis, Selasa (12/3/2024), Bapanas memberikan pelonggaran terbatas harga eceran maksimum beras yang diberlakukan sementara mulai 10 Maret hingga 23 Maret 2024.

“Relaksasi HET beras premium ini berlaku untuk jangka waktu 2 minggu mulai tanggal 10-23 Maret. “Setelah tanggal tersebut, harga beras akan sama dengan HET yang ditetapkan dalam Undang-undang Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 7 Tahun 2023,” kata Arief dalam keterangan resmi.

Dikatakannya, pemberlakuan relaksasi HET sementara ini bertujuan agar masyarakat merasa tenang dalam menjalankan ibadah di bulan puasa, dan tidak perlu kesusahan membeli beras di pasar.

“Nanti pada minggu keempat, kami yakin pasokan dan ketersediaan beras akan meningkat dan produksi beras akan meningkat,” ujarnya.

Keputusan HET beras bernilai tinggi yang saat ini diterapkan mencakup delapan wilayah. HET tersebut disesuaikan memiliki selisih lebih dari Rp 1.000 per kilogram (kg) dari HET sebelumnya.

Di Pulau Jawa, Lampung, dan Sumsel, pelonggaran HET beras premium diterapkan sebesar Rp14.900 per kilogram (kg) dari HET sebelumnya sebesar Rp13.900 per kg.

Selain itu, Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Riau, Kepri, Kepulauan Jambi, dan Bangka Belitung melonggarkan HET beras senilai Rp15.400 per kg dari sebelumnya HET Rp14.400 per kg.

Di Bali dan Nusa Tenggara, harga beras diturunkan menjadi Rp15.400 per kilogram dari HET sebelumnya Rp14.400 per kilogram. Hal serupa juga berlaku di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan relaksasi HET beras senilai Rp15.400 per kg dari sebelumnya HET Rp14.400 per kg.

Saat ini untuk wilayah Sulawesi HET beras premium sebesar Rp 14.900 per kg dari sebelumnya HET sebesar Rp 13.900 per kg. Di Kalimantan, HET beras premium sebesar Rp 15.400 per kilogram dibandingkan HET sebelumnya sebesar Rp 14.400 per kilogram.

Sementara di Maluku, HET beras kualitas tinggi sebesar Rp15.800 per kg dibandingkan HET sebelumnya sebesar Rp14.800 per kg. Hubungan HET beras premium di Papua juga sama dengan di Maluku.

Arif mengatakan, dalam pengawasan pelaksanaan relaksasi HET beras berharga, Bapanas telah mengikutsertakan Badan Pengawasan Pangan Polri. Pemantauan berkala akan dilakukan di pasar tradisional dan modern.

“Kemudian dalam pendistribusian beras Program Standar Produksi Pangan dan Kebersihan Harga (SPHP), kami bersama Perum Bulog akan terus mengupayakan harga jual yang sama seperti sebelumnya. Sesuai arahan Presiden, program penyaluran beras SPHP akan terus ditingkatkan hingga 250 ribu ton per bulan,” ujarnya.