Categories
Hiburan

Ketika Syair Kehidupan ‘Menghipnotis’ Galeri Nasional

bachkim24h.com, Jakarta – Suasana sangat sepi saat Yan Antono mulai memetik gitar akustiknya di panggung konser God Bless dalam pameran retrospektif perjalanan karir 50 tahun di Galeri Nasional Indonesia, Jumat (1/3) malam. Duduk di kursi, Ian tampak sangat menikmati setiap kali menyentuh senar gitar.

Di samping Ion, juga duduk di kursi di atas panggung, Danny Patach, sang bassist, dengan bass di tangannya. Mengenakan pakaian serba hitam, Danny bersiap menghadap mikrofon untuk memainkan vokal latar.

Tak lama kemudian, penyanyi Ahmed Albar memimpin penonton menyanyikan lagu “Sayir Hidup”. Suara yang keluar dari mulut Ahmed Albar, di awal lagu, berdua saja dengan paduan suara penonton.

Pada saat ini

Saya ingin kembali tidur

Terbang tinggi di awan

Tinggalkan tanah di sini

Suasana konser langsung berubah menjadi meriah, meriah dan membuat merinding.

Lagu “Puisi Kehidupan” yang digubah oleh Areng Widodo dan dipopulerkan oleh Ahmad Albar dalam album solonya pada tahun 1980, seakan menghipnotis suasana dalam suasana yang sangat tenang dan akrab.

Sia-sia saja penonton ikut ikut bernyanyi bersama lagu tersebut, tentunya dengan khayalan dan kenangan tersendiri yang terbawa oleh lagu tersebut. Beberapa di antaranya juga mengabadikannya lewat ponsel.

Bahkan tak sedikit penonton yang menitikkan air mata.

“Meski ini bukan lagu God Bless, format akustik dan hadirnya Paman Danny, meski masih belum sembuh, tapi sangat mengharukan,” kata Danang Suryono, salah satu penggemar musik yang hadir dalam konser tersebut.

Danang mengatakan, lagu “Syair Hidup” mengingatkannya pada saat ia mulai hidup mandiri dan hidup terpisah dari orang tuanya.

Sementara itu, Tammy Mellini mengungkapkan air matanya tak henti-hentinya ia terus menggelindingkan pipinya sepanjang lagu “Libe-Libe”, Millie.

Lebih dari itu, bagi Tommy, God Bless adalah panutannya. Ia mengaku banyak belajar tentang kehidupan dari grup yang dibentuk pada tahun 1973 itu.

“Mereka (God Bless) adalah api dan penyemangat bagi saya,” kata Tamie yang juga merupakan perwakilan dari God Bless Community Indonesia (GBCI), komunitas penggemar God Bless. – Ketika saya melihat bapak-bapak Tuhan yang usianya hampir dua kali lipat masih memiliki semangat seperti itu, saya malu untuk menyerah.

Suasana tersebut sekilas terlihat dalam konser God Bless sekaligus penutup pameran retrospektif 50 tahun perjalanan kariernya di Galeri Nasional Indonesia yang digelar sejak 17 Februari 2024.

Lagu “Nyanyian Kehidupan” menjadi lagu ketujuh God Bless malam itu. Dan, Danny Fattah karena masalah kesehatan, tidak sepenuhnya tampil sebagai pemain bass.

Selain Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satritama (drum), Night God Bless dibantu oleh Arya Setiadi yang bermain bass menggantikan Danny Fattah.

Danny memanggil Ahmad Albar ke atas panggung, saat God Blessen memasuki lagu keenam, untuk penampilan “Blada von a Million Faces”. Kemudian ia juga kembali mengisi vokal latar pada lagu “Panggung Sandiwara”.

Usai “pertunjukan panggung” dimainkan, Ahmed Albar memeluk Danny Fatach, “Semoga lekas sembuh Don,” ucapnya.

Iyek, sapaan akrab Ahmad Albar, pun mengajak penonton mendoakan bassist pendiri God Bless tahun 1973 itu bersama Ludwig Lemans (gitar) dan mendiang Fouad Hassan (drum) serta Soman Lubis (keyboard).

Sebanyak 12 lagu dibawakan grup yang telah merilis tujuh album studio plus antologi album (50th Anniversary) bersama Tohpati dan Czech Symphony Orchestra pada tahun 2023. Lagu-lagu hits mereka yang tak lekang oleh waktu dimainkan malam itu. Mulai dari “Music”, “Lick the Sun”, “March 1989”, “Life”, “Black Ant”, hingga “Our Home” sebagai penutupnya.

Konser God Bless sendiri merupakan penutup rangkaian pameran retrospektif 50 tahun God Bless di Galeri Nasional Indonesia yang dimulai pada 17 Februari 2024.

Selain pameran yang menampilkan berbagai memorabilia terkait perjalanan karier God Bless, acara ini juga menghadirkan festival musik yang akan berlangsung mulai 24 Februari.

Sejumlah band seperti Rumahsakit, St. Loco, For Revenge, THE SIGIT, Ras Muhamad, Sir Dandy dan /rif tampil terlebih dahulu, sebelum ditutup dengan penampilan God Bless.

1. Musisi

2. Bla, bla, bla

3. Menjilat matahari

4. Cermin

5 Maret 1989

6. Balada sejuta wajah

7. Puisi hidup

8. Adegan drama

9. Bis kota

10. Kehidupan

11. Semut hitam

12. Rumah kita