Categories
Kesehatan

Praktisi Kesehatan Minta Warga Rutin Gencarkan G1R1J Cegah Dengue  

bachkim24h.com, JAKARTA — Dokter kesehatan masyarakat dr Ngabela Salama mengimbau seluruh warga untuk rutin memperkuat gerakan Jamatech Officer 1 Rumah 1 (G1R1J) untuk menekan angka kasus demam berdarah (demam berdarah).

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21 Maret 2024), Ngabela mengatakan, “Untuk mencegah puncak DBD pada April 2024, saya merekomendasikan pemberantasan sarang nyamuk di rumah. (PSN) untuk memperkuat G1R1J dengan merekrut staf” .

Ngabela mengatakan, peran petugas PSN bisa mencakup anggota keluarga seperti orang tua, anak, dan pembantu rumah tangga (ART) yang dilakukan pada hari Jumat dengan aturan 3 x 10. Dijelaskannya, prinsip 3 x 10 adalah memeriksa kondisi seluruh air di sekitar rumah yang kemungkinan menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan jentik nyamuk minimal 10 menit setiap 10 jam. 10 jam Setiap 10 minggu.

Kenapa harus jam 10 pagi? Katanya, karena nyamuk demam berdarah, khususnya Aedes aegypti, berkembang biak antara pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan antara pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Menurut dia, untuk penguatan program PSN 3M Plus secara berkala, masyarakat bisa saling bersilaturahmi minimal di tingkat RT/RW dengan menggunakan menara masjid, musala, soros, atau tempat ibadah lainnya.

3M Plus berarti menghilangkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai benda yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sementara itu, beberapa manfaat yang bisa dilakukan masyarakat antara lain menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan serai, memeriksa daerah yang tergenang air, beternak ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan cupang, dan penggunaan obat pengusir nyamuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ngabela juga menyebutkan, jika ada anggota keluarga yang mengalami demam selama dua hari dan tidak kunjung membaik di rumah, masyarakat harus berhati-hati karena berisiko munculnya gejala demam berdarah. “Di RSUD Tamansari tempat saya bekerja saat ini, kasus meningkat di semua kelompok umur, namun masih 70% merupakan anak usia sekolah dasar dan menengah,” ujarnya.

Menurut dia, gejala spesifik demam berdarah pada anak adalah infeksi saluran cerna dan saluran pernafasan, batuk, pilek, diare, dan kesulitan buang air besar. Dalam beberapa kasus, infeksi campuran scrub tifus juga dapat terjadi.

Sedangkan gejala pada orang dewasa antara lain infeksi norovirus, demam di atas 39 derajat, demam, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual dan muntah.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dini melalui pemeriksaan darah dan perawatan medis lainnya. “Kalau kita pernah kena demam berdarah satu kali, masih bisa tertular 4 kali karena saat ini ada 4 jenis demam berdarah: DEN 1, 2, 3, dan 4. Kalau kita sudah sembuh dari demam berdarah, kita bisa mendapatkan vaksin demam berdarah dengan benar. Tidak perlu menunggu, Ngabela, yang juga Direktur Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan, mengatakan: “Untuk usia 6-45 tahun, dua kali dalam tiga bulan. Lakukan suntikan.”