Categories
Bisnis

Inovasi Digital Membentuk Masa Depan Industri Sawit

JAKARTA – Perusahaan instalasi telah mengalami transformasi besar-besaran dengan menggunakan teknologi baru yang memperkuat kesinambungan operasional dari atas hingga bawah. Misalnya, digitalisasi pertanian dan pertumbuhan di Asia telah merevolusi produktivitas, efisiensi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Marjan Purba, Wakil Presiden Transformasi Digital Asia Agri, perusahaannya memulai perjalanan digitalnya pada tahun 2018. Pada tahun 2016 diluncurkan program Asia Agri Connected Plant dan dilanjutkan dengan Asia Agri Connected Plant pada tahun 2019. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai lebih bisnis. operasi, untuk melakukannya dengan baik. Kualitas lebih baik, produktivitas lebih tinggi dan harga lebih kompetitif.

Marjan Purba, Vice President Digital Transformation Asia Agri, mengatakan, “Transformasi digital di sektor pertanian meningkatkan disiplin kerja dan etos kerja, sehingga menghasilkan informasi yang lebih efisien, akurat, transparan, dan cepat.” Transformasi Digital di Asia Agri, pada acara “Media Breakfast Asia Agri & Apical” di Jakarta.

Ini membuatnya lebih mudah untuk membuat lebih banyak keputusan. Penggunaan data Global Positioning System (GPS) memungkinkan perusahaan untuk menelusuri kembali ladang minyak zaitun dan operasi pabrik yang telah selesai. Transformasi digital ini akan sangat meningkatkan pekerjaan di bidang pertanian dan industri minyak zaitun.

Apical, di sisi lain, sebagai pemain penting di tengah operasi, menggunakan teknologi seperti blockchain, pemantauan satelit, dan sistem informasi geografis (GIS) untuk meningkatkan transparansi dan stabilitas peralatan.

Dalam aplikasi A-SIMPLE

Sejalan dengan konsep tahun 2020, Apical telah berhasil meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko, termasuk deteksi dini titik panas dan deteksi area yang disetujui.

“Inovasi digital ini tidak hanya mengedepankan transparansi tetapi juga memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap komitmen Apical terhadap keberlanjutan, sehingga rantai pasokan dapat diselesaikan seiring dengan peningkatan kapasitas pabrik,” kata Vanda Kusumangram, Manajer Komunikasi Korporat, Apical Group.

Lebih lanjut, Direktur Sourcing Apical Group Eddy Tjeng mengatakan, teknologi memungkinkan Kementerian Perdagangan menemukan produk terbaik. Karena hal ini dapat mempersingkat pembuktian pada materi optik, maka sangat penting untuk menemukan akar permasalahan untuk menyederhanakan proses pembuktian. Dengan menerapkan ESG, Apical berperan penting dalam memerangi deforestasi, hal ini sejalan dengan komitmen Apical2030 terhadap keberlanjutan.