Categories
Lifestyle

Doa Ziarah Kubur Pendek, Salam, dan Adabnya

bachkim24h.com, Jakarta – Doa Ziarah Makam Singkat merupakan rangkaian doa yang dibacakan selama ziarah makam. Umumnya doa ini merupakan salah satu ritual wajib dalam tradisi ziarah kubur. Walaupun doa ini singkat, namun mempunyai makna yang dalam bagi umat islam yang membacanya. Berziarah berarti berziarah ke makam keluarga atau sanak saudara, mendoakannya dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

Dalam praktiknya, doa ziarah kubur singkat dipanjatkan dengan penuh pengabdian dan pengabdian di dekat kuburan yang dikunjungi. Doa ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Meski singkat, doa ziarah kubur ini memuat harapan kebaikan dan ampunan bagi almarhum.

Dalam Islam, ziarah kubur dianggap suatu amalan yang dianjurkan jika dilakukan dengan keikhlasan dan niat yang benar. Berziarah ke kubur dibolehkan, bukan untuk meminta doa atau perlindungan kepada ahli kubur, melainkan untuk memohon ampunan dosa. Tradisi ini memperingati kematian dan merupakan kesempatan untuk memperbarui hubungan spiritual dengan almarhum.

Berikut ulasan lebih mendalam pada Doa Singkat Ziarah Kubur, Salam dan Adab Ziarah bachkim24h.com, Minggu (17/03/2024).

Assalamu’alaikum wahai orang-orang yang beriman dan keturunan muslim, kami pun akan mengikutimu insya Allah. Kami berdoa kepada Allah untuk menjaga kami dan Anda tetap sehat

Assalamu alaykum ahlad zari minal muminina wal muslimina, inna insyallahu bikum lahikun. Nasallah Lana dan Lakumul Afia.

Yaitu: “Assalamu’alaikum wahai orang-orang yang beriman dan penguasa alam kubur, niscaya kami akan mengikutimu, Insya Allah. Kami mohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk kamu.”

Mengutip buku Tradisi Amaliyah Warga Nu (2015) karya Sutejo Ibnu Pakar, merupakan doa salam saat memasuki kuburan atau menunaikan ibadah haji. Artinya berdoa kepada Allah SWT agar diampuni segala keburukan orang yang diziarahi selama berada di dunia ini. Ucapan ini juga ada sebagai pengingat kematian bagi jamaah haji. Doa ziarah kubur singkat

Ziarah singkat ke makam tersebut awalnya tidak diperbolehkan oleh para ulama. Namun hukumnya dibolehkan oleh sebagian ulama jika tidak untuk keperluan doa atau dukungan terhadap orang yang meninggal.

“Tidak ada mayat di dalam kuburnya, yang ada hanya orang tenggelam yang mau menolong. Orang yang meninggal mengharapkan doa dari anaknya, saudaranya atau temannya. (Syaikh Nawawi Al-Bantani kitab Nihayat az-Zain, halaman 281).

Berikut bacaan doa singkat ziarah kubur dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU):

Dengan rahmat TUHAN

Salam sejahtera bagi Allah حاینا zpurnaـاکومْ فــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ ــــــــــ Insya Allah –

“Bismillahirrahmonirhim.” Salamullahi atau Sadah Minar-Rahmani Yajnagum. Saya berdoa kepada Tuhan. Tuinuna Tughitsuna Bihimaticum dan Jdvkum. Fa ahabuna wa athuna ‘athayakum hadayyakum/ falo hayyabtumu jnni fahsyakum wahosyakum. Saidno idz ataynakum wa fuzno hina zurnakum. Fakumu wasifau fino ilor-rahmani mavlokum. Aso nuhdzo aso nu’tha mazoya min mazoyakum. Aso Nadajrah Aso Rahma Tagasyana dan Tagasyokum. Semoga kedamaian dan ketenangan menyertainya. Dan saw, Mawlana Wasallam Ma Atanakum. “Alal Mukhtar Syofina atau Munkidzina atau Iyyakum”.

Arti:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Tuhanku, semoga rahmat Allah terus tercurah atasmu. Wahai hamba Allah, kami telah datang kepadamu. Maksud kami (berhubungan dengan Ruhmu) dan kami berharap (restumu). Untuk membantu kami Untuk itu, sesuai dengan tekad dan prestasimu (selama ini), berilah kami kesejukan dengan air yang keluar darimu. Maka cintailah dan berikan kami apa yang telah Tuhan berikan dan anugerahkan kepadamu.

Jangan sampai harapan ini pupus, jauhkanlah kalian semua (dari kecenderungan yang merusak kami). Kami sangat senang datang kepada Anda dan kami sangat senang bertemu dengan Anda, maka berdirilah dan berdoa kepada Allah Yang Maha Penyayang. Semoga kami (Allah) memberikan rezeki yang lebih banyak dan keberkahan yang lebih banyak lagi.

Semoga kita tetap diawasi dan semoga ada hujan rahmat yang menyelimuti kita dan saudara-saudara. Bangkitkan Anda dengan keselamatan Tuhan dan biarkan visi Tuhan selalu membimbing Anda. Kami berharap rahmat dan perlindungan Tuhan melimpah pada Tuhan kami, yang menjadi perantara dan menyelamatkan kami.”

Proses berziarah ke makam dijelaskan oleh Orfani dalam “Aqli Kitab 50 Adab Islam” (2019), yaitu: 1. Iblusi.

Sebelum ziarah kubur, ada baiknya setiap muslim berwudhu terlebih dahulu. Merupakan sunnah yang dianjurkan untuk bersuci sebelum masuk kubur. Selain itu, Abbu mempersiapkan hati dan pikiran untuk berdoa dengan membacakan doa-doa yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 2. Salam

Mengucapkan salam saat memasuki kuburan merupakan amalan yang dianjurkan dan merupakan teladan Rasulullah. Haji berharap memperoleh ampunan Allah bagi pemilik kuburan dengan memberi hormat kepada mereka. Tindakan ini juga menunjukkan rasa hormat dan sopan santun kepada almarhum. 3. Berpikir tentang kematian

Tujuan utama mengunjungi kuburan adalah untuk mengenang orang yang sudah meninggal. Dengan melihat kuburan dan memikirkan masa depan, umat Islam diharapkan dapat menahan diri dari perbuatan buruk dan menguatkan keimanannya kepada Allah Ta’ala. Ketika memikirkan tentang kematian, kita teringat akan kerapuhan dan perubahan hidup di dunia serta pentingnya persiapan menghadapi kehidupan setelah kematian. 4. Membacakan doa untuk anggota kubur

Selain memperingati orang meninggal, para peziarah juga dianjurkan untuk membacakan doa dan memohon ampun pada kuburan. Tujuan dari doa yang dibacakan adalah untuk mendoakan dan memaafkan orang yang meninggal, serta untuk memohon perlindungan dan rahmat kepada Allah bagi mereka. 5. Dilarang menanam bunga

Meskipun diperbolehkan memercikkan air ke kuburan orang yang sudah meninggal, namun dalam Islam tidak dianjurkan menanam bunga di atasnya. Pasalnya, pendapat para ulama bahwa menanam bunga adalah adat atau tradisi umat Kristiani dan bukan Islam. 6. Menangis dan menangis dilarang

Jamaah haji dilarang berkabung secara berlebihan dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam ketika berziarah ke makam. Perilaku berlebihan seperti menangis, meratap dan menangis, memeluk dan mencium makam tidak sesuai dengan kesopanan dan kesopanan yang disyaratkan dalam Islam.

Sebaliknya, ziarah kubur harus dilakukan dengan penuh rasa hormat dan ketenangan, serta pemahaman penuh akan makna kematian dan akhirat.