Categories
Lifestyle

Aisah Dahlan Ungkap Anak Jadi Nakal atau Bodoh Tergantung Ucapan Orangtua, Apa Alasannya?

bachkim24h.com Parenting – Sebagai orang tua, pernahkah Anda mengucapkan kalimat-kalimat yang secara tidak sengaja melukai perasaan anak Anda? Hati-hati karena perkataan tersebut dapat berdampak pada hati anak Anda dan menimbulkan trauma di kemudian hari. Ini juga termasuk memperingatkan anak-anak.

Ahli saraf, dr Aisha Dahlan mengungkapkan, pesan yang dikirimkan orang tua akan diserap dan dikirim ke sistem saraf pusat otak. Apakah itu benar? Gulir untuk detail selengkapnya.

“Otak manusia memiliki panca indera, mata, hidung dan segala macamnya. Dari sistem otak masuk ke dalam tubuh melalui sistem saraf. Sistem saraf ini bekerja seperti kabel listrik dan kabel telepon. Dalam potongan video yang diunggah akun TikTok @UNGKAPIN, ia dikutip mengatakan, “Kalau telinga ada yang bilang angkat tangan, berarti pesannya (dia) angkat tangan.”

“Dalam komunikasi kita dengan anak, karena sistem sarafnya selalu mengirimkan pesan tentang apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan,” lanjut Dr. Asah Dahlan.

Lebih lanjut Aisha Dahlan mengungkapkan, ketika seorang ibu marah-marah setelah melihat anaknya bermain ponsel atau gadget, maka kemarahan yang diungkapkan ibu tersebut terserap dan tanpa disadari tersimpan di pikiran bawah sadar anak dalam memori sarafnya. Dan di masa depan mereka harus melakukan apa pun yang diperintahkan orang tua mereka.

“Jika para ibu marah pada anak-anaknya, sambil memegang ponsel atau gadgetnya, dan suka berkata dengan marah, ‘Main, main, dan main’, yang Anda dengar hanyalah mereka akan terus bermain. Atau dikatakan seperti ini, ‘Kamu disuruh belajar sungguh-sungguh,’ karena ketika kamu mengatakan itu, sistem saraf akan menangkap pesan yang didengarnya. “Jika belajar sungguh-sungguh, lama kelamaan anak akan kesulitan belajar,” ujarnya.

“Saat kamu membawa gelas, gelas itu terjatuh dan ibumu berkata, ‘Hei, kamu nakal sekali, kamu bodoh sekali.’ “Itu masuk ke otaknya dan masuk ke sistem sarafnya, ‘Kamu bodoh, kamu bodoh, kamu bodoh,'” tambahnya.

Menurut Ayesha Dahlan, hal tersebut akan membekas dalam ingatan sang anak. Namun, hal ini bisa diatasi dengan meminta maaf kepada anak.

“Kalau kita mau memperbaiki yang sudah terjadi, kita harus minta maaf. Karena dia minta maaf, dia akan masuk ke level ‘Oke, saya terima’,” ujarnya.

Namun, Aisha Dahlan mengingatkan, penting juga mempertimbangkan cara meminta maaf kepada anak. Bahkan jangan meminta maaf, artinya anak Anda akan segera memaafkan Anda.

“Kalau mau minta maaf, permintaan maafnya harus tulus. “Ibu sayang, maafkan aku.” Selama ini orang bilang “Bu, maafkan aku”, itu salah kita, “Bu, maafkan aku nak.”, Kalau dia Mau minta maaf lusa atau lusa, terserah dia. “Maafkan ibu, nak,” kata kami padanya, jelasnya.Pisau jagal yang diberikan seorang anak kepada ibu kandungnya di Sengkareng Terungkap kasus gigitan. Polisi masih mendalami kasus anak yang menggigit ibu kandungnya di Cengkareng, Jakarta Barat bachkim24h.com.co.id 10 April 2024