Categories
Lifestyle

Agar Anak Cerdas, Dokter: Jangan Lupakan Asupan Mikronutrien

bachkim24h.com Lifestyle – Orang tua perlu mempersiapkan anak sejak dini dengan memastikan perkembangan kognitifnya maksimal, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK).

Dokter spesialis saraf anak, Dr. Herbowo Agung F Soetomenggolo, Sp.A(K), 80 persen perkembangan otak terjadi pada masa 1.000 HPK, dan 20 persen sisanya terjadi pada usia dewasa. Ternyata nutrisi berperan penting dalam mengoptimalkan perkembangan otak. Datang dan telusuri untuk informasi lebih lanjut.

Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi mempengaruhi kemampuan kognitif anak karena otak membutuhkan nutrisi yang cukup, baik makro maupun mikro, untuk berkembang.

Meski sering terabaikan, peran mikronutrien dalam perkembangan otak dan kognitif sangatlah penting. Asupan mikronutrien yang cukup dapat mencegah defisit kognitif dan masalah perkembangan jangka panjang, kata Dr. Herbovo dalam keterangannya, Selasa, Februari. 20 Agustus 2024.

Selain itu, Dr Praktisi RSU Hermina Jatinegara menjelaskan bahwa setiap mikronutrien memiliki peran yang berbeda-beda. Seperti zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke otak. Zat besi juga berguna untuk membentuk selubung saraf.

Seng mendukung transmisi sinyal untuk pembelajaran dan memori. Vitamin B kompleks (B6, B9, B12) diperlukan untuk pembentukan neurotransmiter, senyawa kimia yang membawa pesan antar sel saraf, dan berperan penting dalam pemrosesan memori dan peningkatan otak. fungsinya,” jelasnya.

Kemudian, Dr. Herbovo menjelaskan antioksidan seperti vitamin E dan C dapat melindungi sel otak dan mendukung kesehatan kognitif jangka panjang. Pada saat yang sama, kolin memainkan peran penting dalam fungsi otak seperti memori dan pembelajaran.

“Bagi bayi usia 6 bulan ke atas, kesempurnaan zat gizi makro dan mikro bergantung pada ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI). Orang tua dapat memberikan MPASI dalam bentuk MPASI buatan sendiri, MPASI fortifikasi kemasan, atau kombinasi keduanya,” ujarnya. . dikatakan.

Beberapa penelitian menunjukkan efek positif MPASI terhadap perkembangan kognitif anak, tidak hanya pertumbuhan fisik. Penelitian di Tiongkok menunjukkan bahwa pemberian ASI tepat waktu dan pengenalan makanan pendamping ASI, terutama yang kaya zat besi, berperan dalam mendorong perkembangan kognitif yang lebih baik seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keunggulan MPASI yang difortifikasi selain mudah diproduksi, juga memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang terukur dan sesuai dengan usia. Kandungan mikronutrien seperti zat besi, zinc, vitamin B, C, E dan kolin diperhitungkan dengan baik. ” ucapnya pada akhirnya.

Menurut Herbowo, hal ini berarti kebutuhan anak relatif terpenuhi dan perkembangan otak anak lebih sesuai. Formulasi MPASI yang difortifikasi juga sesuai usia dan aman dikonsumsi.

“MPASI yang difortifikasi tidak boleh mengandung bahan pengawet, perasa dan pewarna serta tidak boleh mengandung gula dan garam dalam jumlah tinggi. Hal ini menjadikan MPASI yang difortifikasi menjadi pilihan yang aman dan nyaman serta memenuhi kebutuhan mikronutrien anak, sehingga membantu perkembangan kognitif anak,” kata Dr. . Herbowo Agung. Puasa sampai anak pulang? Berikut 4 tips menjaga kesehatan anak saat lebaran, menjelang lebaran biasanya pekerjaan anak padat. Apalagi jika orang tua mengajak anaknya pulang dan melanjutkan puasa. Cara menjaga kesehatan bachkim24h.com.co.id 7 April 2024